Minggu, 01 April 2012

Mitos vs Sains tentang Pelangi :)


BAB I
Pendahuluan

1.1            Latar Belakang
Pelangi, semua orang pasti tahu apa itu pelangi. Ya, pelangi merupakan suatu fenomena alam yang sangat indah yang biasa nya muncul setelah hujan. Pelangi juga merupakan hasil proses pemisahan warna-warna matahari oleh tetesan-tetesan air.Banyak hal yang berhubungan dengan kemunculan pelangi. Ada mitos yang dipercayai oleh sebagian masyarakat tentang timbulnya pelangi. Dan ada pula teori-teori yang menjelaskan bagaimana proses munculnya pelangi ini.
Untuk itu disini saya akan membahas lebih dalam mengenai apa itu pelangi, bagaimana proses terjadinya pelangi, mitos apa yang berhubungan dengan pelangi dan apa saja teori yang menjelaskan tentang pelangi.
1.2            Rumusan Masalah
1.      Apa itu pelangi ?
2.      Apa mitos yang berhubungan dengan pelangi ?
3.      Bagaimana proses terjadinya pelangi menurut teori ilmu sains ?
4.      Apa saja jenis-jenis pelangi ?
1.3            Tujuan
1.      Kita dapat mengetahui apa itu pelangi dengan lebih jelas.
2.      Kita dapat mengetahui mitos yang berhubungan dengan pelangi, sehingga kita tidak mengambil kesimpulan sementara mengenai pelangi.
3.      Agar kita dapat mengetahui bagaimana proses terjadinya pelangi menurut ilmu sains.
4.      Agar kita dapat mengetahui jenis-jenis pelangi.

1.4            Manfaat
Agar kita lebih memahami apa itu pelangi,dan bagaimana proses terjadi pelangi dan mengetahui jenis-jenis pelangi.


BAB II
Pembahasan

a.     Pengertian Pelangi
Pelangi adalah fenomena alam indah yang sering dilihat manusia. Pelangi merupakan suatu busur spektrum besar yang terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh butir-butir air. Pelangi atau bianglala adalah gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit atau medium lainnya. Di langit, pelangi tampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon pada suatu saat hujan ringan. Pelangi juga dapat dilihat di sekitar air terjun yang deras.
Biasanya fenomena ini terjadi ketika udara sangat panas tetapi hujan turun rintik-rintik. Kita dapat melihat jelas fenomena ini, jika kita berdiri membelakangi cahaya matahari. Pelangi dapat pula terbentuk karena udara berkabut atau berembun. Dalam ilmu fisika, pelangi dapat dijelaskan sebagai sebuah peristiwa pembiasan alam. Pembiasan merupakan proses diuraikannya satu warna tertentu menjadi beberapa warna lainnya (disebut juga spektrum warna), melalui suatu media/ medium tertentu pula.Pada pelangi, proses berurainya warna terjadi ketika cahaya matahari yang berwarna putih terurai menjadi spektrum warna melalui media air hujan.
 Pelangi memiliki 7 warna yang biasa kita sebut dengan warna “Mejikuhibiniu” yang artinya : Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila dan ungu. Seperti gambar di bawah ini.












b.    Mitos Pelangi (Ilmu Sementara)
Dalam pandangan orang Lio (Flores NTT), munculnya pelangi merupakan peristiwa yang sangat mendatangkan berkah. “Pelangi” dalam bahasa Lio sering disebut “Nipa Moa”. Nipa berarti Ular dan Moa berarti Haus (kehausan) Jauh sebelum mengenal teknologi canggih, masyarakat Lio kerap melihat Nipamoa sebagai fenomena alam yang sangat luar biasa dipandang sehingga masyarakat beranggapan bahwa kemunculannya sebagai berkah yang diberihkan Yang Maha Kuasa untuk kesuburan tanah disekitar. Sejak Ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu, masyarakat Lio sering mengkaitkan dan menghubungkan nipamoa dengan tata cara bercocok tanam agar mendatangkan hasil yang melimpah dari sawah dan ladang. Sehingga kadang masyarakat beranggapan bahwa “Nipamoa” sebagai sesosok mahluk yang berwujud mirip ular dalam pewayangan yang turun dari langit. Mitos mengenai nipamoa itu sendiri bahkan telah membahana dari generasi ke generasi sehingga sulit ditampik dari kebiasaan kehidupan masyarakat Lio.   Pembuktian mengenai legenda mahluk yang mirip ular ini tentunya didasari pengalaman nyata dari masyarakat Lio itu sendiri sehingga munculah berbagai spekulasi tentang nipamoa. Meskipun selalu dikaitkan dengan sosok mahkluk yang mirip ular namun hal ini tidak serta merta melahirkan perspektif yang menyeramkan pula, justru sebaliknya masyarakat selalu beranggapan bahwa nipamoa adalah suatu keagungan dan kecantikan semesta serta dihiasi keindahan berbagai warna - warni yang tertampak seperti dalam lagu-lagu kanak-kanak yang sering terdengar. Konon, menurut cerita masyarakat setempat, pada saat kemunculan nipamoa, yang pertama sekali diperhatikan adalah posisi dan arah turunnya pelangi serta posisi aliran air (kali) sehingga muncul pula berbagai dugaan dari masyarakat. Berikut ini Sebagai contoh untuk menguatkan dugaan masyarakat tersebut adalah:
Pada saat hujan turun, misalnya di wilayah Kelimutu secara tidak terduga tiba-tiba Nipamoa muncul disekitar danau Kelimutu, maka munculah berbagai pemikiran masyarakat bahwa Nipamoa tersebut turun dan minum air di danau kelimutu dan tempat itu telah diberihkan berkah. Bahkan ada pula orang - orang tertentu yang menyatakan diri berpapasan secara langsung dengan sosok mahkluk mirip ular yang turun dari langit yaitu nipamoa seperti dalam dongeng (Fiksi), sehingga orang tersebut dianggap mempunyai kesaktian yang luar biasa yang didapat dari atau dalam bahasa Lio disebut “Sakasera”. Dari sederet fenomena tentang nipamoa, hal yang paling menakjubkan adalah adanya sinkronisasi mutlak antara nipamoa dan pola bercocok tanam masyarakat setempat
.
c.      Proses terjadinya Pelangi menurut Ilmu Sains
Proses terjadinya matahari yang pertama karena adanya cahaya matahari. Cahaya matahari adalah cahaya polikromatik (terdiri dari banyak warna). Warna putih cahaya matahari sebenarnya adalah gabungan dari berbagai cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Mata manusia sanggup mencerap paling tidak tujuh warna yang dikandung cahaya matahari, yang akan terlihat pada pelangi: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.
Panjang gelombang cahaya ini membentuk pita garis-garis paralel, tiap warna bernuansa dengan warna di sebelahnya. Pita ini disebut spektrum. Di dalam spektrum, garis merah selalu berada pada salah satu sisi dan biru serta ungu di sisi lain, dan ini ditentukan oleh perbedaan panjang gelombang.
Pelangi tidak lain adalah busur spektrum besar yang terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh butir-butir air. Ketika cahaya matahari melewati butiran air, ia membias seperti ketika melalui prisma kaca. Jadi di dalam tetesan air, kita sudah mendapatkan warna yang berbeda memanjang dari satu sisi ke sisi tetesan air lainnya. Beberapa dari cahaya berwarna ini kemudian dipantulkan dari sisi yang jauh pada tetesan air, kembali dan keluar lagi dari tetesan air. Cahaya keluar kembali dari tetesan air ke arah yang berbeda, tergantung pada warnanya. Warna-warna pada pelangi ini tersusun dengan merah di paling atas dan ungu di paling bawah pelangi.
Pelangi hanya dapat dilihat saat hujan bersamaan dengan matahari bersinar, tapi dari sisi yang berlawanan dengan si pengamat. Posisi si pengamat harus berada di antara matahari dan tetesan air dengan matahari dibekalang orang tersebut. Matahari, mata si pengamat dan pusat busur pelangi harus berada dalam satu garis lurus.

d.      Jenis-Jenis Pelangi
  • Classic Rainbows
Pelangi Alam terdiri dari enam warna: merah, oranye, kuning, hijau, biru dan ungu. Intensitas warna masing-masing mungkin karena berbagai kondisi atmosfer dan waktu (kemudian).


  • Circular Rainbows
Pelangi itu benar-benar terlihat seperti busur lingkaran sempurna dengan radius tepat 42 derajat, meskipun melihat pelangi ini sulit karena tanahnya memiliki kebiasaan menghalangi. Circular Rainbows sendiri pernah terjadi di beberapa daerah di Indonesia.
  • Secondary Rainbows
Pelangi primer, sering disertai dengan pelangi sekunder biasanya tipis dan redup daripada pelangi primer. Pelangi sekunder terkenal dengan karakteristik tertentu: spektrum ditampilkan dalam urutan terbalik dari sebuah pelangi primer.
  • Red Rainbows
Red Rainbows biasanya terlihat saat fajar atau senja ketika ketebalan filter atmosfir bumi menjadi biru, meninggalkan lebih merah atau tetesan cahaya oranye mencerminkan dan membiaskan air. Hasilnya adalah pelangi dengan spektrum ujung merah sangat meningkat.
  • Sundogs
Yang paling sering terlihat rendah di langit di hari musim dingin yang cerah, sundogs dibuat ketika matahari bersinar melalui kristal es yang tinggi di atmosfer. Sundogs berwarna merah di bagian dalam dan ungu di bagian luar dengan sisa spektrum ramai di antaranya.
  • Fogbows
Fogbows lebih jarang terlihat daripada pelangi karena parameter tertentu yang harus disesuaikan untuk menciptakan mereka. Misalnya, sumber cahaya harus berada di belakang pengamat dan membumi. Juga, kabut di belakang pengamat harus sangat tipis sehingga sinar matahari yang dapat bersinar melalui kabut tebal di depan.
  • Waterfall Rainbows
Kabut air terjun bercampur ke dalam aliran udara konstan atmosfer terus menerus, terlepas dari cuaca. Seleksi pasangan beberapa gambar air terjun paling terkenal yang berbarengan dengan beberapa pelangi menakjubkan.
  • Fire Rainbows
Pelangi ini bukan terbuat dari api. Fenomena ini hanya dapat dilihat dalam kondisi spesifik tertentu seperti  awan cirrus, yang bertindak seperti prisma harus setidaknya berada di ketinggian 20.000 kaki dan matahari harus menyorot ketika mereka berada di ketinggian 58-68 derajat.
  • Moonbows
Moonbows, seperti moondogs, adalah mitra untuk pelangi lunar. Mereka juga jauh lebih sulit dilihat karena badai hujan harus berlalu dan, idealnya, bulan purnama yang terang tidak terhalang oleh awan.



BAB III
Kesimpulan
           
Pelangi merupakan fenomena alam yang sangat indah. Banyak hal yang menjelaskan bagaimana proses terjadinya pelangi. Dalam pandangan orang Lio (Flores NTT), munculnya pelangi merupakan peristiwa yang sangat mendatangkan berkah. Sejak dulu masyarakat Lio sering mengkaitkan dan menghubungkan munculnya pelangi  dengan tata cara bercocok tanam agar mendatangkan hasil yang melimpah dari sawah dan ladang.
Sedangkan menurut Ilmu Sains, proses terjadinya pelangi di akibatkan karena adanya cahaya matahari. Cahaya matahari adalah cahaya polikromatik (terdiri dari banyak warna). Warna putih cahaya matahari sebenarnya adalah gabungan dari berbagai cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Mata manusia sanggup mencerap paling tidak tujuh warna yang dikandung cahaya matahari, yang akan terlihat pada pelangi: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu yang sering kita sebut Mejikuhibiniu.
                                    

1 komentar:

 

Faradina Lestari Wissa Putri Template by Ipietoon Cute Blog Design and Homestay Bukit Gambang

Blogger Templates