Hidup itu.. belajar. Kenapa gue bilang hidup itu belajar ? yaudah sih suka suka gue hahaha ngga, ga gitu. Buat gue hidup itu belajar karena setiap harinya kita, khususnya gue sih belajar hal-hal baru. Kalian tau kan apa itu belajar? ya proses dari hal yang kita ga tau menjadi hal yang kita tahu. Setiap harinya gue belajar, ga cuma belajar di kampus, tapi belajar dari apa yang gue liat, apa yang gue rasain dari apa yang terjadi disekeliling gue.
Gue belajar menghargai orang lain, belajar untuk selalu bersyukur atas apa yang udah gue punya saat ini, keluarga yang lengkap yang selalu penuhin apa yang gue mau (mama,papa), punya pacar *uhuk* (widi) yang selalu ada buat gue, kapan pun itu dan yang sabar banget ngadepin gue yang segini-gininya, punya sahabat, temen-temen yang baik-baik, asik.
Dari hal ini, gue jadi tau bahwa masih banyak orang-orang yang ga seberuntung gue, dan banyak juga orang-orang yang lebih beruntung dari gue.
tapi sekali lagi, gue bersyukur atas apa yang udah gue milikin saat ini :)
gue selalu berusaha buat belajar mengerti kalo apa yang gue mau ga selalu bisa saat itu juga gue milikin, ada prosesnya dan gue selalu belajar buat mengerti itu.
Dan kali ini, gue belajar lagi kalo hidup gue ga boleh bergantung sama orang lain, paling ngga ga ngerepotin orang, ga nyusahin orang juga, gue harus bisa apa-apa sendiri, jangan ngandelin orang lain. Emang sih ga ada manusia yang bisa hidup tanpa bantuan orang lain, tapi paling ngga gue harus bisa apa-apa sendiri jangan terlalu bergantung sama siapapun.
Kamis, 07 November 2013
Selasa, 29 Oktober 2013
Tugas Psikologi Manajemen ke-2
Pengorganisasian Struktur Manajemen
a.
Defisini
Pengorganisasian
Pengorganisasian
adalah keseluruhan pengelompokan orang-orang untuk menjalani suatu proses
penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan, sumber daya yang
dimiliki, dan lingkungan yang melingkupinya.
b. Definisi Struktur Organisasi
Struktur
Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi
yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan
operasional untuk mencapai tujuan yang di harapkan dan di inginkan.
c. Pengorganisasian Sebagai Fungsi Manajemen
Pengorganisasian
sebagai fungsi manajemen karena dalam pengorganisasian dikelompokkan
orang-orang untuk menjalani kegiatan operasional, untuk mencapai tujuan yang
diinginkan. Sehingga pengorganisasian memudahkan manager dalam proses manajemen
dalam melakukan pengawasan kegiatan operasional. Dan memudahkan manager untuk
membagi tugas kepada karyawan, siapa yang mengerjakan dan bertanggung jawab
atas tugas yang telah diberikan.
Actuating dalam
Manajemen
a. Definisi Actuating
Actuating (pelaksanaan) adalah upaya
untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai
pengarahan dan memberikan motivasi agar setiap karyawan dapat melaksanakan
kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan tanggung jawabnya.
b. Pentingnya Actuating
Pentingnya actuating karena mempengaruhi
orang – orang agar bersedia menjadi pengikut, menaklukan daya tolak seseorang dan membuat orang dapat mengerjakan
tugasnya dengan baik. Selain itu
mempercepat proses perencanaan untuk segera mencapai tujuan yang akan dicapai.
c. Prinsip Actuating
Menurut
Kurniawan (2009) prinsip-prinsip dalam actuating
antara lain :
1. Memperlakukan pegawai dengan sebaik-baiknya
2. Mendorong pertumbuhan dan perkembangan manusia
3. Menanamkan pada manusia keinginan untuk melebihi
4. Menghargai hasil yang baik dan sempurna
5. Mengusahakan adanya keadilan tanpa pilih kasih
6. Memberikan kesempatan yang tepat dan bantuan yang cukup
7. Memberikan dorongan untuk mengembangkan potensi dirinya
Sedangkan menurut Haris (2011) actuating yang dilakukan oleh pimpinan harus berpegang pada beberapa prinsip, yaitu:
a. Prinsip mengarah pada tujuan
Tujuan pokok dari pengarahan nampak pada prinsip yang menyatakan bahwa makin efektifnya proses pengarahan, akan semakin besar sumbangan anggota terhadap usaha mencapai tujuan. Pengarahan tidak dapat berdiri sendiri,artinya dalam melaksanakan fungsi pengarahan perlu mendapatkan dukungan/bantuan dari faktor-faktor lain, seperti perencanaan, struktur organisasi, tenaga kerja yang cukup, pengawasan yang efektif dan kemampuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kemampuan anggota.
1. Memperlakukan pegawai dengan sebaik-baiknya
2. Mendorong pertumbuhan dan perkembangan manusia
3. Menanamkan pada manusia keinginan untuk melebihi
4. Menghargai hasil yang baik dan sempurna
5. Mengusahakan adanya keadilan tanpa pilih kasih
6. Memberikan kesempatan yang tepat dan bantuan yang cukup
7. Memberikan dorongan untuk mengembangkan potensi dirinya
Sedangkan menurut Haris (2011) actuating yang dilakukan oleh pimpinan harus berpegang pada beberapa prinsip, yaitu:
a. Prinsip mengarah pada tujuan
Tujuan pokok dari pengarahan nampak pada prinsip yang menyatakan bahwa makin efektifnya proses pengarahan, akan semakin besar sumbangan anggota terhadap usaha mencapai tujuan. Pengarahan tidak dapat berdiri sendiri,artinya dalam melaksanakan fungsi pengarahan perlu mendapatkan dukungan/bantuan dari faktor-faktor lain, seperti perencanaan, struktur organisasi, tenaga kerja yang cukup, pengawasan yang efektif dan kemampuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kemampuan anggota.
Orang-orang bekerja untuk dapat memenuhi
kebutuhannya yang mungkin tidak mungkin sama dengan tujuan perusahaan. Mereka
menghendaki demikian dengan harapan tidak terjadi penyimpangan yang terlalu
besar dan kebutuhan mereka dapat dijadikan sebagai pelengkap serta harmonis
dengan kepentingan perusahaan.
Semua ini dipengaruhi oleh motivasi masing-masing individu. Motivasi yang baik akan mendorong orang-orang untuk memenuhi kebutuhannya dengan cara yang wajar. Sedang kebutuhan akan terpenuhi apabila mereka dapat bekerja dengan baik, dan pada saat itulah mereka menyumbangkan kemampuannya untuk mencapai tujuan organisasi.
c. Prinsip Kesatuan Komando
Semua ini dipengaruhi oleh motivasi masing-masing individu. Motivasi yang baik akan mendorong orang-orang untuk memenuhi kebutuhannya dengan cara yang wajar. Sedang kebutuhan akan terpenuhi apabila mereka dapat bekerja dengan baik, dan pada saat itulah mereka menyumbangkan kemampuannya untuk mencapai tujuan organisasi.
c. Prinsip Kesatuan Komando
Prinsip kesatuan komando ini sangat penting untuk
menyatukan arah tujuan dan tangggung jawab para bawahan. Jika para bawahan
hanya memiliki satu jalur didalam melaporkan segala kegiatannya, dan hanya
ditujukan kepada satu pimpinan saja, maka pertentangan didalam pemberian
instruksi dapat dikurangi, serta semakin besar tanggung jawab mereka untuk
memperoleh hasil maksimal.
Mengendalikan
Fungsi Manajemen
Pengendalian /Pengawasan adalah proses dalam menetapkan ukuran kinerja
dan pengambilan tindakan yang dapat mendukung pencapaian hasil yang diharapkan
sesuai dengan kinerja yang telah ditetapkan tersebut. (Schermerhorn,2002)
Pengendalian/Pengawasan adalah proses untuk memastikan bahwa segala
aktifitas yang terlaksana sesuai dengan apa yang telah direncanakan. (Stoner,Freeman,&Gilbert,1995)
Jadi,
controlling atau mengendalikan adalah
suatu kegiatan yang berusaha untuk mengendalikan agar pelaksanaan dapat
berjalan sesuai dengan rencana dan memastikan apakah tujuan organisasi tercapai.
b.
Langkah-langkah
dalam kontrol
Secara umum, pengendalian atau kontrol
dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut :
1. Penetapan standar dan metode pengukuran kinerja
2. Mengukur kegiatan
3. Membandingkan hasil pengendalian dengan hasil kegiatan
4. Melakukan tindakan korektif terhadap penyimpangan yang terjadi
c.
Tipe-tipe
kontrol
1. Penetapan standar dan metode pengukuran kinerja
2. Mengukur kegiatan
3. Membandingkan hasil pengendalian dengan hasil kegiatan
4. Melakukan tindakan korektif terhadap penyimpangan yang terjadi
Tipe-tipe kontrol diantaranya :
1)
(Awal) Preliminary, Kadang-kadang disebut kendali feedforward.
Hal ini harus dipenuhi sebelum suatu perkerjaan dimulai. Kendali ini
menyakinkan bahwa arah yang tepat telah disusun dengan sumber-sumber yang tepat
tersedia untuk memenuhinya
2)
(Saat ini) Concurrent, Berfokus pada apa yang sedang
terjadi selama proses. Kadang-kadang disebut Kendali steering, kendali
ini memantau operasi dan aktivitas yang sedang berjalan untuk menjamin
sesuatunya telah sedang dikerjakan dengan tepat.
3)
(Akhir) Post-action, Kadang-kadang disebut kendali feedback
, Kendali ini mengambil tempat setelah suatu tindakan dilengkapi. Kendali akhir
berfokus pada hasil akhir, kebalikan dari input dan aktivitas.
d. Kontrol Proses Manajemen
Proses
pengendalian manajemen adalah kegiatan yang digunakan oleh seluruh manajemen untuk menjamin bahwa
anggota organisasi melakukan tugas-tugas yang diberikan dengan baik dan sesuai
dengan tujuan apa yang dicapai, dan mengendalikan agar proses manajemen tidak
mencapai tujuan lain selain tujuan yang akan dicapai dan telah ditetapkan.
Pengorganisasian
dalam Perusahaan
Dalam suatu perusahaan diperlukan pengorganisasian
agar tugas-tugas dan rencana yang akan dicapai
sebagai tujuan dari perusahaan lebih mudah untuk diselesaikan dan
tujuannya dapat dicapai secara maksimal.
Contohnya, manager dan bagian HRD dalam suatu
perusahaan memberikan tugas kepada beberapa orang untuk menangani masalah biaya operasional
perusahaan, yang dikelompokkan menjadi orang-orang yang bekerja di bagian
administrasi. Paling tidak karyawan yang dipilih merupakan sarjana di bidang
Ekonomi. Sehingga pemasukan dan pengeluaran biaya di dalam perusahaan dapat di
kontrol dan di atur dengan baik.
Kemudian untuk bidang lain misalnya bagian
penerimaan karyawan (HRD) diperlukan orang-orang yang memiliki keahlian khusus
untuk bekerja di bidang HRD, misalnya karyawan yang seorang lulusan Psikologi
atau bidang Sumber Daya Manusia (SDM).
Karena orang-orang yang memiliki keahlian dan
bekerja sesuai dengan bidangnya masing-masing maka akan lebih mudah dalam
mencapai tujuan yang diinginkan dan yang akan dicapai oleh perusahaan. Pengorganisasian
dalam perusahaan pun sangat memudahkan manager dalam mengelola perusahaan,
karena karyawan sudah bekerja dalam bidangnya masing-masing.
Actuating
Mempercepat Tujuan Perusahaan
Actuating
(pelaksanaan) adalah upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan,
dengan melalui berbagai pengarahan dan memberikan motivasi agar setiap karyawan
dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan
tanggung jawabnya.
Actuating (pelaksanaan) dapat
mempercepat tujuan perusahaan karena sudah jelas bahwa pelaksanaan ini
menjadikan perencanaan dari suatu perusahaan menjadi kenyataan. Akan tetapi
tetap harus direncanakan dengan matang, tidak terburu-buru dan harus
disesuaikan dengan keadaan yang terjadi agar hasilnya pun maksimal dan sesuai
dengan yang diharapkan.
Apabila pelaksanaan nya selalu
ditunda dan mengulur ngulur waktu maka tujuannya pun tertunda dan bisa saja
berubah-ubah pula jika tidak direncanakan dengan baik dan matang.
Selain itu karyawannya pun harus
diberikan motivasi dan pengarahan agar tugas yang diberikan mampu dikerjakan
secara optimal sesuai dengan bidangnya dan sesuai juga dengan tujuan yang
diinginkan.
Controlling
dalam Organisasi atau Perusahaan
Controlling atau pengawasan adalah suatu kegiatan
yang berusaha untuk mengendalikan agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan
rencana dan memastikan apakah tujuan organisasi tercapai. Dalam suatu
perusahaan atau organisasi diperlukan pengawasan agar apa yang dikerjakan tidak
keluar dari tujuan yang akan dicapai.
Dalam melakukan pengawasan ini, perusahaan harus
menetapkan standar dan metode dalam pengukuran kinerja, selain itu mengukur
sejauh mana kegiatan yang akan dilaksanakan, kemudian tidak lupa membandingkan
hasil pengawasan dengan hasil kegiatan yang dilakukan karyawan dan melakukan
koreksi terhadap penyimpangan yang terjadi selama proses pengawasan dilakukan.
Kamis, 10 Oktober 2013
Fenomena yang terjadi di suatu perusahaan mengenai Manajemen Keuangan
Apa
yang kita ketahui tentang manajemen? Ya manajemen adalah proses perencanaan,
pengorganisasian, pemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan
proses penggunaan berbagai sumberdaya organisasi lainnya demi tercapainya
tujuan organisasi sebagaimana yang telah ditetapkan.
Sedangkan
Manajemen Keuangan adalah kegiatan manajemen yang berfungsi mengatur segala hal
tentang biaya atau keuangan, sehingga biaya yang dikeluarkan dan yang diperoleh
dapat diatur dan dikelola dengan baik.
Sering
kali terjadi pada suatu perusahaan yang kurang bisa mengelola keuangan dengan
baik. Karena dalam perencanaan kegiatannya tidak dipikirkan dengan matang, sehingga
sering kali dalam pelaksanaannya biaya yang dikeluarkan tidak sesuai dengan
anggaran yang ada.
Manajemen
keuangan yang mengatur masalah biaya perusahaan sebaiknya merencanakan dari
mana biaya untuk kebutuhan perusahaan diperoleh dan bagaimana biaya yang
diperoleh dapat digunakan untuk kebutuhan perusahaan dengan sebaik baiknya
sehingga mendapatkan keuntungan dari bisnis yang sedang di jalankan.
Setidaknya
manajer keuangan memiliki keahlian dalam bidang ekonomi, terutama ahli dalam
bidang pasar modal dan investasi. Selain itu manajer perusahaan harus pintar
dalam menghitung pajak yang harus ditanggung oleh perusahaan sehingga tidak
menimbulkan masalah di kemudian hari.
Selain itu manajer keuangan harus bisa munyusun dan merealisasikan
manajemen keuangan untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan, Sehingga
perusahaan tidak mengalami kerugian.
Fenomena Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)
Telah
kita ketahui sebelumnya bahwa manajemen adalah proses perencanaan,
pengorganisasian, pemimpinan dan pengendalian upaya anggota organisasi dan
proses penggunaan berbagai sumber daya organisasi lainnya demi tercapainya
tujuan organisasi sebagaimana yang telah ditetapkan (James A.F. Stoner &
Charles Wankel.,1993). Ada beberapa
jenis Manajemen salah satunya yaitu Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM).
Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)
sendiri adalah proses perencanaan dalam mengatur sumber daya manusia yang ada,
agar sumber daya manusia yang dimiliki dapat dimanfaatkan dan digunakan dengan
baik, sehingga sumber daya manusia yang digunakan dan dipelihara tetap bekerja
dengan kualitas yang tetap atau bertambah.
Fenomena yang terjadi pada saat ini
mengenai Sumber Daya Manusia (SDM) yaitu perkembangan terbaru memandang SDM
bukan sebagai sumber daya belaka, melainkan lebih berupa modal atau aset bagi
institusi atau organisasi. Saat ini SDM
dilihat bukan sekedar sebagai aset utama, tetapi aset yang bernilai dan dapat
dilipatgandakan, kemudian dapat
dikembangkan. SDM juga dapat digunakan sebagai investasi atau aset dalam suatu organisasi.
Akan tetapi saat ini banyak para
karyawan dalam suatu perusahaan atau anggota dalam suatu organisasi tidak
mengelola sumber daya manusia yang mereka miliki dengan baik dan maksimal.
Misalnya, dalam suatu perusahaan ada karyawan baru. Karena sejak awal ia tidak
diperkenalkan dengan budaya perusahaan tersebut, maka ia akan bekerja dengan
apa yang dia tahu saja, sedikit tidak sesuai dengan perencanaan dan tujuan yang
akan dicapai oleh perusahaannya tersebut, sehingga ada gangguan dalam mencapai
tujuan yang perusahaan inginkan.
Padahal sangat disayangkan jika
sebenarnya karyawan tersebut memiliki sumber daya manusia yang sangat baik.
Akan tetapi, karena perusahaan tidak membimbingnya sejak awal maka sumber daya
yang dimiliki karyawan tersebut akan sia-sia dan tidak berkembang. Sehingga
menghambat tujuan yang akan dicapai oleh perusahaan.
Selain itu, SDM pada karyawan juga
harus dilatih dengan baik agar kemampuan yang dimiliki para karyawan dapat
terus berkembang, sehingga perencanaan yang akan dibuat selanjutnya dengan
keinginan yang lebih tinggi dapat tercapai.
Dalam Manajemen Sumber Daya Manusia,
pengembangan dan pengelolaan karir pada karyawan dapat dilatih melalui
pelatihan yang diadakan dalam suatu organisasi. Selain itu dengan diadakannya
evaluasi dalam pekerjaan juga dapat membantu karyawan untuk dapat lebih
meningkatkan kinerja nya dalam mengelola Sumber Daya Manusia (SDM).
Kita harus ingat pada Konsep
Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) bahwa manusia itu bukan lah mesin atau
alat. Sehingga dalam Manajemen Sumber Daya Manusia ini kita tahu bagaimana cara
mengatur hubungan dan peranan sumber daya yang dimiliki manusia, sehingga bisa
mencapai tujuan yang diingkan dalam suatu perusahaan dimana ia bekerja.
Semoga
untuk kedepannya tidak ada lagi fenomena yang dapat menghambat tujuan suatu perusahaan yang dikarenakan karena
manjemen sumber daya manusia nya yang tidak dikelola dengan baik.
Fenomena Manajemen Informasi
Mengingatkan
kembali bahwa Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian,
pemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan proses penggunaan
berbagai sumberdaya organisasi lainnya demi tercapainya tujuan organisasi
sebagaimana yang telah ditetapkan.
Sedangkan
Manajemen Informasi sendiri adalah kegiatan
manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha memastikan bahwa
bisnis yang dijalankan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang.
Untuk memastikan itu manajemen informasi bertugas untuk menyediakan seluruh
informasi yang terkait dengan kegiatan perusahaan baik informasi internal
maupun eksternal, yang dapat mendorong kegiatan bisnis yang dijalankan tetap
mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat.
Fenomena
yang terjadi saat ini dalam manajemen informasi, seringkali pemanfaatan
teknologi informasi seperti internet dll tidak dimanfaatkan dengan baik oleh
perusahaan. Sering kali terjadi di beberapa perusahaan yang tidak mencari
informasi ekstrenal (informasi di luar perusahaan, misalnya tentang hal-hal
terbaru yang sedang terjadi di masyarakat) yang sebenarnya sangat berpengaruh
terhadap perusahaan mereka. Suatu perusahaan biasanya hanya sibuk mencari
informasi internal mengenai perusahaan mereka sendiri.
Padahal
apabila perusahaan dapat mencari informasi di luar perusahaan nya sendiri, itu
membawa dampak yang baik terhadap perusahaan. Karena dengan kita mengetahui
informasi di luar perusahaan maka kita akan tau apa yang sedang terjadi di
masyarakat dan apa yang sedang dibutuhkan atau ramai dibicarakan di masyarakat.
Sehingga apabila perusahaan memiliki rencana baru akan dengan mudah tercapai
jika sesuai dengan keadaan di masyarakat pada saat itu.
Maka, alangkah lebih baik
jika manajemen informasi dalam suatu perusahaan lebih sering mencari
informasi-informasi yang terjadi baik di dalam maupun di luar perusahaan, untuk
mendapat informasi terbaru di masyarakat yang dapat menguntungkan perusahaan.
Langganan:
Postingan (Atom)
